Gabriella Victoria: Biologi
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Mei 2014

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
Mei 01, 20140 Comments
Macam-Macam Klasifikasi
a.       Klasifikasi buatan yaitu pengelompokkan makhluk hidup menggunakan persamaan cirri morfologi yang mudah dilihat
b.      Klasifikasi alami yaitu pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan cirri morfologi, anatomi, dan fisiologi
c.       Klasifikasi filogeni yaitu pengelompokkan yang memerhatikan sejarah evolusinya

2.       Tingkat Takson
Tingkat takson adalah jenjang kelompok yang dibentuk pada proses klasifikasi. Urutan tingkat takson dari jenjang yang tinggi ke rendah adalah sebagai berikut : Kingdom, Phylum, Classis, Ordo, Family, Genus, Species.
3.       Tata Nama
Cara pemberian nama untuk spesies makhluk hidup biasa dikenal sebagai tata nama ganda (binomial nomenclature). Secara prinsip, nama spesies diatur dengan ketentuan sebagai berikut:
a.       Terdiri dari dua kata bahasa Latin
b.      Kata pertama ditulis dengan awalan huruf capital
c.       Kata pertama menunjukkan genus
d.      Kata kedua ditulis dengan awalan huruf kecil
e.      Kata kedua menunjukkan species
f.        Kedua kata dicetak miring atau diberi garis bawah
g.       Nama penemu dapat ditulis di belakang nama spesies

4.       System Klasifikasi
System klasifikasi memudahkan untuk mempelajari dan mengenali makhluk hidup. Cabang ilmu yang mengkaji pengelompokkan makhluk hidup disebut dengan taksonomi. Terdapat beberapa system klasifikasi makhluk hidup yaitu sebagai berikut:
a.       System 2 kingdom: Plantae dan animalia
b.      System 3 kingdom: Plantae, animalia, dan protista
c.       System 4 kingdom: plantae, animalia, protista, dan monera
d.      System 5 kingdom: plantae, animalia, protista, monera dan fungi
e.      System 6 kingdom: plantae, animalia, protista, eubacteria, archaebacteria, dan fungi
Reading Time:

Sabtu, 21 September 2013

Replikasi DNA/Duplikasi DNA
September 21, 20130 Comments
Terdiri atas 3 hipotesis yaitu:
a. Hipotesis Konservatif
    Double helis DNA yang lama tidak mengalami perubahan, sedangkan double helix baru akan langsung terbentuk/double helix induk tetap utuh, lalu salinan yang sama akan terbentuk.

b. Hipotesis Semikonservatif
    Double helix memisah masing masing 2 untai. Lalu membentuk pasangannya/komplementernya. Hipotesis ini adalah hipotesis yang lebih terbukti ketimbang ke3 hipotesis lainnya.

c. Hipotesis Dispersif
    DNA lama terputus-putus, potongan memisah, potongan 1 dengan potongan yang lain disambung oleh DNA baru.
Reading Time:

Senin, 09 September 2013

Manfaat Virus
September 09, 20130 Comments


http://www.pnas.org/content/101/31/11178/F1.large.jpg 
Sumbangan virus bagi ilmu pengetahuan diberikan melalui kesederhanaan struktur virus. Berdasarkan sel yang terinfeksi virus, ilmuwan dapat lebih memahami kerja sel dalam mengikuti perintah genetika untuk menghasilkan protein. Hal ini dikarenakan materi genetika virus sangat sederhana sehingga lebih mudah dipelajari dan diamati bila dibandingkan dengan sel organism lain yang lebih kompleks.

Virus juga bermanfaat dalam pembuatan vaksin. Vaksin pertama dibuat jauh sebelum struktur virus ditemukan. Pengembangan vaksin dapat mencegah infeksi fatal sekaligus menekan angka kematian. Saat ini sedang dikembangkan berbagai vaksin generasi baru dengan melibatkan rekayasa genetika. Teknologi tersebut memanfaatkan virus Vaccinia yang diketahui tidak berbahaya dan digunakan sebagai bahan vaksin untuk penyakit cacar yang disisipkan ke dalam genom Vaccinia, yaitu gen yang bertanggung jawab untuk pembentukan “protein asing”. Bila Vaccinia dimasukkan ke dalam tubuh, diharapkan sel akan terinfeksi.
Didalam sel, gen sisipan tadi membentuk protein asing yang akan dianggap sebagai antigen. Keberadaan protein antigen akan merangsang system imun untuk membentuk antibody. Teknologi ini dikembangkan untuk membuat vaksin smallpox, hepatitis, dan herpes.

Virus dimanfaatkan dalam terapi gen untuk penyakit yang disebabkan oleh cacat genetika. Contohnya, penyakit muscular dystrophy yang disebabkan karena cacatnya gen distrofin sehingga sel gagal membentuk protein tertentu.
Virus juga berperan bagi kemajuan rekayasa genetika. Seperti diketahui, kelompok retrovirus memiliki enzim transkripsi balik yang tidak ada pada organism lainnya. Enzim ini digunakan untuk mencetak balik DNA dari RNA. Gen spesifik yang menjadi target suatu penelitian , normalnya hanya memiliki satu kopi di dalam selnya sehingga sangat sulit unutk mengisolasinya.

Sebaliknya didalam sitoplasma sel banyak sekali RNA yang pada dasarnya merupakan transkripsi dari gen tersebut. Banyaknya RNA akan lebih memudahkan untuk diisolasi. RNA yang diisolasi dapat menjadi cetakan untuk membuat DNA dengan memanfaatkan enzim transkripsi balik. Melalui enzim ini proses isolasi gen spesifik dipermudah dengan menggunakan cetakan RNA.
Reading Time:

Kamis, 05 September 2013

Sistem Peredaran Hewan : CUMI-CUMI
September 05, 20130 Comments


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgzlEMsWFbKceCo4OpEHpKwecy2rsatFUP97u2LdHXhVGLn2LN3ywSE76OY4NH9XTvItVqt3bsZGh7t27v50ajFPtJeDJShF2AIBTR8VhYn9Pm53oLU8-1Ue4vSlP1dpYmIPmixejqxnhu/s400/BEDA+CUMI+JANTAN+DAN+BETINA.png                System sirkulasi tertutup dari cumi-cumi sangat menarik karena ada 3 pompa untuk memelihara sirkulasi. Satu jantung memompa darah ke semua organ interna dan jaringan tubuh. Dua jantung lainnya benar-benar bekerja memompa darah dari organ organ interna dan jaringan ke insang, yang merupakan tempat terjadinya pertukaran gas. Untuk memahami keuntungan dari system yang demikian baik untuk diketahui bahwa tekanan yang dihasilkan oleh kontraksi sebuah jantung seluruhnya hampir berhamburan, bila darah masuk ke kapiler-kapiler. Meskipun kapiler-kapiler kecil total daerah sayatan melintang dari kapiler-kapiler yang menerima darah dari sebuah pembuluh darah besar cukup lebih besar daripada sayatan melintang pembuluh darah itu sendiri.
                Keadaan ini dapat dibandingkan seperti apa yang terjadi, bila suatu aliran tertentu yang mengalir dengan cepat, tersebar pada suatu dataran yang rata. Tekanan dan kecepatan mengalir berkurang dengan cepat. Keadaan yang sama terjadi dalam anyaman kapiler. Perhatikan pula pertukaran gas harus berlangsung di 2 tempat ialah di insang dan di jaringan.
                Pada kedua kasus itu, pertukaran terjadi hanya ketika darah sedang melalui kapiler-kapiler. Jadi, ketika melalui insang-insang, darah kehilangan tekanan yang dapat menyebarkannya ke jaringan-jaringan dengan cepat. Sebaliknya, ketika melalui kapiler-kapiler dari jaringan, darah kehilangan tekanan yang dapat kemudian memaksa darah kembali ke insang. Jadi, system jantung yang terpisah pada cumi-cumi mengatasi persoalan tersebut dengan baik, baik untuk diperhatikan disini bahwa system sirkulasi tertutup dengan jantung yang terpisah juga terjadi pada burung dan mamalia tetapi kedua pompa tersebut terletak bersama. Separuh jantung burung/mamalia memompa darah ke paru-paru separuh lainnya memompa darah ke jaringan tubuh. Perkembangan jantung yang terpisah pada hewan-hewan ini seluruhnya tak sama seperti pada cumi cumi
Reading Time:

Sabtu, 31 Agustus 2013

Sistem Sirkulasi pada Ikan
Agustus 31, 20130 Comments
Jantung pada ikan memiliki 2 ruang, yang terdiri dari satu serambi (atrium) dan satu bilik (ventrikel). Proses sirkulasi darah pada ikan adalah sebagai berikut:
  1. darah yang dipompakan dari bilik akan memasuki insang (sirkulasi insang, gill circulation), dimana darah tersebut mengambil oksigen dan membuang karbon dioksida melalui dinding-dinding kapiler yang terdapat pada insang. Selanjutnya kapiler-kapiler pada insang ini akan berperan sebagai kendaraan yang membawa darah yang telah kaya oksigen ke lapisan kapiler yang terdapat pada seluruh bagian tubuh ikan (sirkulasi sistemik, systemic circulation)
  2. darah selanjutnya kembali ke pembuluh vena dan dibawa kembali ke serambi (atrium) pada jantung
Reading Time:

@way2themes