Gabriella Victoria: Penyakit
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 November 2013

Menghancurkan Batu Ginjal Tanpa Operasi dengan Shock Wave Lithotripsy
November 09, 20130 Comments

Shock Wave Lithotripsy (SWL) merupakan metode pengobatan bagi pasien yanv menderita batu ginjal sehingga dapat menghancurkan batu ginjal tanpa operasi. SWL memanfaatkan gelombang kejut atau ultrasonik.

Mekanisme pengobatannya adalah sebagai berikut. Setelah lokasi batu ginjal diketahui dengan melakukan CT-Scan, diberikan gelombang kejut pada target (batu ginjal). Besar gelombang kejut yang diberikan berkisar antara 1.000-3.000 denyutan (energinya 23 joule per denyutan). Sehingga batu ginjal pecah menjadi potongan-potongan kecil. Potongan-potongan ini keluar bersama urine. Anda tentu tidak ingin mengalami hal ini bukan? Oleh karena itu, jagalah kesehatan dan terapkan pola hidup sehat!

Reading Time:

Sabtu, 28 September 2013

Penyakit Ganas Terbaru : AIDS Kedua
September 28, 20130 Comments


Akhir akhir ini dunia kedokteran digemparkan dengan banyaknya korban yang terjangkit suatu penyakit aneh yang menyebabkan jantung mereka membengkak, meledak dan kemudian kematian mendadak. Para ahli telah mengidentifikasi penyakit ini sebagai penyakit yang mirip dengan penyakit AIDS sehingga mereka menyimpulkan bahwa penyakit ini adalah Aids kedua atau aids versi baru. Tentu saja penyakit ini lebih berbahaya daripada penyakit aids.
Penyakit ini sendiri dibawa oleh serangga atau kumbang yang sangat kecil berukuran sekitar 20 mm, bersayap dan berwarna hitam. Serangga ini akan menggigit manusia kemudian menghisap darah manusia sambil melepaskan protozoa berflagel atau parasit tropis yang bernama trypanosome cruzi. Trypanosome cruzi ini akan mengalir didalam aliran darah dan kemudian menuju jantung dan terinfeksi didalam jantung. Trypanosome ini membawa virus yang bernama chagas.
Chagas sendiri diambil dari nama penemunya yaitu Carlos Rebeiro Justiniano Chagas. Ia menemukan penyakit ini tahun 1909. Dokter Brasil ini menyimpulkan bahwa penyakit ini sangatlah berbahaya serta mematikan yang disebabkan oleh serangga/kumbang. Dan dia juga member istilah ciuman serangga kepada penyakit ini.
Sekitar ¼ dari korban yang terjangkit penyakit ini akan mengalami pembengkakan pada jantung atau usus yang dapat meledak yang menyebabkan kematian mendadak.
Hingga kini sekitar 10 juta orang terinfeksi penyakit ini dan 30.000 orang diantaranya berada di AS dan diperkirakan sudah 10.000 orang yang meninggal akibat penyakit ini. Secara umum penyakit ini menyebar didaerah yang kumuh.
Menurut science daily, virus Chagas ini akan sangat mudah menyebar akibat perubahan iklim yang kian lama kian hangat, sehingga serangga ini akan mudah membawa virus ke daerah bagian utara.
Penyakit ini sudah mulai mewabah didaera Amerika Tengah, Amerika Selatan yaitu Bolivia, meksiko dan kolumbia dan beberapa Negara di eropa.
Yang menjadi masalah sekarang adalah penyakit ini sangat mudah disebarkan, melalui transfuse darah, bawaan gen (layaknya penyebaran virus HIV), tapi tidak dapat menular dari hubungan intim seperti pada kasus virus HIV. Ditambah lagi dengan gejala penyakit ini yang sama sekali tidak dapat terlihat. Butuh waktu bertahun-tahun untuk melihat gejala ini pada seseorang.
Kita tentu mengenal Bapak Evolusi yaitu Charles Darwin, menurut beberapa peneliti dari University of Maryland serta Nature Magazine, Charles Darwin meninggal akibat penyakit Chagas, terbukti dari jurnalnya yang menuliskan bahwa ia telah digigit seekor serangga bersayap berwarna hitam. Dan 47 tahun kemudian ia meninggal dengan indikasi gagal jantung yang merupakan penyakit Chagas.
Seperti yang dikatakan oleh para ahli bahwa setiap orang yang terjangkit penyakit mematikan ini akan mengalami peradangan pada jantungnya sehingga jantungnya akan membesar, bias meledak dan mampu merenggut nyawa orang itu seketika itu juga.
Itulah tentang penyakit Chagas yang baru-baru ini tersebar di benua amerika dan eropa. Mungkin sudah saatnya penduduk dunia berhati-hati pada setiap kemungkinan penyakit aneh yang muncul di bumi ini mengingat bahwa beberapa penyakit yang telah lama hilang dapat muncul kembali karena berhasil dikembangbiakkan oleh tangan-tangan jahil.
Reading Time:

Sabtu, 21 September 2013

Buta Warna
September 21, 20130 Comments


Penyakit buta warna yang paling banyak terjadi dan umum adalah kekurangan pigmen merah dan juga hijau. Akibat yang ditimbulkan dari seseorang yang kekurangan pigmen tersebut maka seseorang akan mengalami kesulitan dalam hal mengidentifikasi dan mengenali akan warna merah dan hijau atau campuran keduanya.

Demikian pula yang terjadi apabila kekurangan pigmen warna biru dan kuning, penderita buta warna kesulitan mengidentifikasi warna-warna tersebut dan campurannya. Pada umumnya, penderita buta warna biru dan kuning hampir selalu memiliki masalah mengidentifikasi warna merah dan juga warna hijau. Sehingga dengan hal tersebut kita bisa mempunyai cara mengenali buta warna ini.

Dalam dunia medis, buta warna diklasifikasikan dalam 3 kategori. Kategori dan jenis buta warna tersebut adalah :
  1. Trikromasi. Pada penderita penyakit buta warna yang merupakan juga penyakit yang diturunkan / penyakit turunan ini terjadi perubahan sensivitas warna dari satu jenis atau lebih sel kerucut. Apabila terjadi kelemahan pada warna biru disebut dengan tritanomali. Buta warna inilah yang paling sering terjadi. Bila kelemahan pada warna merah disebut dengan protranomali. Sedangkan deutromali adalah kelemahan pada warna hijau.
  2. Dikromasi. Jenis buta warna ini dalam keadaan ketika satu dari tiga sel kerucut tidak ada dalam retina mata seseorang. Klasifikasi buta warna pada jenis ini adalah protanopia, deuteranopia, tritanopia. Yang dimaksud dengan protanopia adalah bila sel kerucut warna merah tidak ada sehingga tingkat kecerahan warna merah atau perpaduannya menjadi kurang. Yang dimaksud dengan deuteranopia adalah retina tidak memiliki sel kerucut yang peka terhadap warna hijau dan tripanopia adalah bila sel warna kerucut biru tidak ditemukan pada retina mata.
  3. Monokromasi. Penderita buta warna jenis ini mengalami hilang atau berkurangnya semua penglihatan warna sehingga yang terlihat hanya putih dan hitam pada jenis warna typical dan sedikit warna pada jenis atypical. Jenis buta warna ini mempunyai prevalensi yang sedikit.
Lalu bagaimana cara kita mengetahui / mendeteksi buta warna ini? Sebenarnya hal dan cara dalam mendeteksi buta warna dapat dilakukan dengan cukup mudah. Kita mengenalnya dengan nama tes Ishihara. Cara pemeriksaan buta warna ini pun cukup simple dan juga sederhana yaitu dengan cara seseorang disuruh untuk melihat kumpulan angka berwarna yang sudah dibentuk sedemikian rupa. Bila seseorang tersebut tidak dapat menyebutkan angka yang tertera dalam buku yang disediakan untuk melakukan pemeriksaan pada seseorang tersebut maka dipastikan orang itu menderita apa yang disebut kelainan buta warna. Ini tes buta warna yang pertama.

Pemeriksaan buta warna lainnya adalah dengan melakukan uji coba pseudisokromaqtik yang di susun titik dengan berbagai kecerahan dimana seseorang normal akan dapat mengenal gambar yang di bentuk, karena titik di buat dengan batas yang jelas dengan latar belakangnya. Sedangkan pada penderita ini tidak dapat mengenali akan berbagai gambar yang dibentuk. Ini juga termasuk salah satu cara tes buta warna.

Reading Time:

Sabtu, 31 Agustus 2013

Mengenal Lupus Lebih Baik
Agustus 31, 20130 Comments
Mengenal gejala lupus dan penyebab penyakit lupus. Apa itu lupus? Penyakit lupus adalah peradangan kronis yang terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang organ dan jaringan tubuh. Peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat berefek pada berbagai sistem di dalam tubuh, antara lain sendi, kulit, ginjal, sel darah, jantung dan paru-paru.

Lupus lebih sering terjadi pada wanita, meskipun tidak jelas alasannya. Ada empat jenis lupus -systemic lupus erythematosus, discoid lupus erythematosus, drug-induced lupus erythematosus dan neonatal lupus. Diantaranya, systemic lupus erythematosus adalah yang paling umum dan paling serius.


Penyakit Lupus
Diagnosis dan perawatan terhadap lupus dapat memberikan perbaikan. Bagi banyak dari mereka dengan lupus, perawatan membantu mereka dapat hidup lebih aktif.

Ciri dan Gejala Penyakit Lupus


Dua kasus lupus tidak sepenuhnya serupa. Tanda dan gejela yang terjadi dapat datang dengan tiba-tiba atau berkembang secara perlahan, dapat ringan atau parah, dan dapat bersifat sementara atau permanen. Banyak dari mereka dengan lupus memiliki karakteristik episodik dengan tanda dan gejala yang memburuk untuk sementara waktu kemudian membaik atau bahkan hilang untuk satu waktu.

Tanda dan gejala lupus yang anda alami didasarkan pada sistem tubuh bagian mana yang terkena efek penyakit ini. Tapi secara umum, tanda dan gejala lupus antara lain:
  • Lelah
  • Demam
  • Hilang berat badan atau berat badan meningkat
  • Ruam yang berbentuk seperti kupu-kupu pada wajah yang menutupi pipi dan hidung
  • Luka pada kulit yang timbul atau parah ketika terkena sinar matahari
  • Radang pada mulut
  • Rambut rontok
  • Jari dan kuku yang memutih atau membiru ketika terkena dingin atau saat stress (Raynaud’s phenomenon)
  • Napas pendek
  • Nyeri pada dada
  • Mata kering
  • Mudah memar
  • Gelisah
  • Depresi
  • Hilang ingatan

Penyebab Penyakit Lupus

Lupus adalah penyakit autoimun yang muncul ketika tubuh terkena zat asing tertentu, seperti bakteri dan virus, kemudian sistem imun tersebut juga menyerang jaringan tubuh yang sehat. Hal ini menyebabkan peradangan dan kerusakan berbagai bagian tubuh, antara lain sendi, kulit, ginjal, jantung, paru-paru, pembuluh darah dan otak.

Dokter tidak mengetahui apa yang menyebabkan penyakit ini. Lupus seperti merupakan kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Banyak dari mereka dengan kecenderungan turunan mengalami lupus hanyak ketika mereka terkena sesuatu di dalam lingkungan yang dapat memicu lupus, seperti obat atau virus.

Jenis-Jenis Penyakit Lupus

  1. Systemic lupus erythematosus
    Lupus ini pada awalnya dapat berefek pada bagian tubuh manapun. Sistem di dalam tubuh yang secara umum terkena adalah sendi, kulit, paru-paru, ginjal dan darah. Ketika pada umumnya orang berbicara mengenai lupus, lupus tersebut biasanya adalah systemic lupus erythematosus.
  2. Discoid lupus erythematosus
    Lupus ini berefek hanya pada kulit. Mereka dengan lupus discoid mengalami ruam pada wajah, leher dan kulit kepala. Sejumlah kecil mereka dengan discoid lupus juga dapat mengalami systemic lupus erythematosus, meskipun tidak mungkin untuk memprediksi siapa saja yang akan mengalami bentuk lupus yang lebih serius.
  3. Drug-induced lupus erythematosus
    Lupus ini terjadi setelah anda menggunakan obat tertentu. Tidak semua orang yang menggunakan obat tersebut mengalami lupus. Lupus jenis ini berefek pada berbagai sistem di dalam tubuh. Tanda dan gejala biasanya hilang ketika anda berhenti menggunakan obat yang menyebabkan lupus jenis ini terjadi.
  4. Neonatal lupus
    Merupakan bentuk langka dari lupus yang berefek pada bayi yang baru lahir. Ibu degan antibody tertentu yang memiliki hubungan terhadap penyakit autoimun dapat menurunkannya pada bayi mereka –bahkan jika sang ibu tidak memiliki tanda maupun gejala penyakit autoimun tersebut. Neonatal lupus dapat hilang sebelum menunjukkan perkembangannya. Dalam kasus yang lebih serius dapat menyebabkan masalah pada sistem elektrik jantung (congenital heart block).

Faktor risiko penyakit lupus

Meskipun para doker tidak mengetahui apa yang menyebabkan lupus pada banyak kasus, mereka telah mengidentifikasi faktor apa saja yang meningkatkan risiko penyakit ini, antara lain:
  1. Jenis kelamin
    Lupus lebih umum pada wanita.
  2. Usia
    Meskipun lupus dapat berefek pada segala usia, termasuk bayi, anak dan orang dewasa, tetapi lupus paling umum terdiagnosis pada mereka yang berusia antara 15 sampai 40 tahun.
  3. Ras
    Lupus umumnya terdapat pada ras Afrika, Hispanics dan Asia.
  4. Sinar matahari
    Terkena sinar matahari dapat membawa pada lupus kulit atau memicu respon internal pada mereka yang rentan.
  5. Obat tertentu
    Obat tertentu yang digunakan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan drug-induced lupus. Banyak obat yang secara potensial dapat memicu lupus, sebagai contoh antara lain adalah antipsychotic chlorpromazine; obat tekanan darah tinggi, seperti hydralazine; obat tuberculosis isonoazid dan obat jantung procainamide. Biasanya membutuhkan jangka waktu penggunaan dalam beberapa bulan sebelum gejala timbul.
  6. Terinfeksi virus Epstein-Barr
    Merupakan virus yang biasanya tertidur di dalam sel dari sistem imun anda meskipun tidak jelas alasan mengapa dan apa yang membuat virus tersebut aktif kembali.
  7. Terkena zat kimia
    Beberapa studi menunjukkan bahwa mereka yang bekerja dan rentan terekspos merkuri dan silica memiliki peningkatan risiko lupus. Merokok juga dapat meningkatkan risiko mengalami lupus.

Nah, itulah saudara-saudara sekalian penjelasan mengenai gejala lupus dan penyebab penyakit lupus. Semoga bisa bermanfaat buat anda, setidaknya menambah pengetahuan.
Reading Time:
Somnambulisme "Jogging dalam Tidur"
Agustus 31, 20130 Comments
http://static.liputan6.com/201211/tidur-cantik-121107b.jpgBanyak orang yang menderita penyakit gangguan tidur yakni berjalan sambil tidur, akan tetapi tidak menyadari bahwa mereka menderita penyakit tsb. Penyakit somnambulismus kini menjadi fenomena yang menarik, karena banyak diantara penderitanya celaka atau mencelakakan orang lain. Kebanyakan penderita penyakit berjalan sambil tidur adalah anak-anak yang berumur antara 5 sampai 12 tahun. Namun juga tidak jarang orang dewasa yang mengidap penyakit gangguan tidur tsb. Kisah memilukan dari penyakit somnambulismus cukup banyak. Belum lama ini di Jerman, seorang ayah memukul anak perempuannya yang berumur 5 tahun sampai meninggal dalam kondisi somnambulismus. Pagi harinya ketika semua anggota keluarga terbangun, barulah disadari apa yang telah terjadi malam sebelumnya. Polisi menyerahkan pelaku ke seoarng psikiater ahli gangguan tidur. Memang setelah dilakukan pemeriksaan kedokteran, tindakan brutal tsb dilakukan di bawah sadar. Walaupun tidak dihukum, namun kehilangan anak yang sangat dicintainya ditangannya sendiri, amat memukul perasaan si ayah. Kisah semacam itu amat banyak. Selain mencelakan orang lain, juga penderita penyakit berjalan sambil tidur, seringkali mencelakakan dirinya sendiri. Misalnya cerita seorang pemuda yang hanya mengenakan piyama, dan menggigil kedinginan di trotoar yang penuh salju di musim dingin. Ketika polisi dan dokter datang, barulah pemuda tadi sadar, bahwa dia berjalan ke luar rumah sambil tidur. Para pakar gangguan tidur menduga, penyakit berjalan sambil tidur merupakan efek dari belum matangnya bagian otak yang mengatur siklus bangun dan tidur. Terbukti kebanyakan penderitanya adalah anak-anak. Penyakit somnambulismus mulai muncul pada saat anak-anak belajar berjalan. Seiring bertambahnya umur dan kedewasaan, pelan-pelan kecenderungan penyakit somnambulismus mereda. Namun kini terdapat situasi ekstrim, yang menyebabkan banyak orang dewasa menderita penyakit somnambulismus. Göran Hajak, pimpinan pusat penelitian kedokteran tidur di Universitas Regensburg mengatakan, sekitar 6 persen remaja juga masih mengalami somnambulisme. Yang tragis, satu diantara 1.000 penderita penyakit berjalan sambil tidur, melakukan aksi perusakan atau kekerasan dalam keadaan tidak sadar. Sejauh ini para ahli gangguan tidur belum mengetahui persis mekanisme pemicu somnambulismus. Diduga stress atau demam, bisa menyebabkan munculnya gangguan tidur tsb. Juga terdapat kecenderungan, somnambulismus merupakan penyakit genetika.
Memang kebanyakan penderita penyakit berjalan sambil tidur ini tidak membahayakan. Yang paling sering dilakukan para penderitanya adalah kencing sembarangan atau membuka kulkas dan memakan isinya. Para peneliti gangguan tidur juga menyebutkan, somnambulismus tidak berkaitan dengan mimpi. Sebab pada saat bangun dan berjalan, aktifitas otak penderitanya menunjukan sedang tidur lelap. Pada fase tidur lelap biasanya tidak terjadi aktivitas mimpi. Yang jelas mereka yang mengidap penyakit berjalan sambil tidur, bagian otak yang mengatur siklus tidur dan bangun sedang dalam kondisi kacau. Otak masih berada dalam kondisi tidur, tapi saraf motoriknya sudah bangun. Hajak mengatakan, berdasarkan pengukuran aktifitas gelombang otak, pada penderita somnambulismus, terjadi perubahan mendadak dari tidur lelap ke fase bangun. Pada situasi normal fasenya berlangsung bertahap dari tidur lelap, mulai bangun dampai aktif kembali. Para ahli menyarankan, bila anak-anak setelah melewati masa pubertas juga masih mengidap somnambulisme, orang tua harus secepatnya membawanya ke dokter. Juga bila terlihat kecenderungan agresif saat berjalan sambil tidur. Para dokter atau psikiater biasanya memberinya terapi psikiatri dan obat-obatan. Bagi yang memiliki riwayat keluarga dengan somnambulisme, para dokter akan memberinya obat-obatan, baik yang membuat tidurnya lebih lelap, atau yang membuat fase tidurnya rata sehingga mencegah perubahan seketika. Jika anak-anak menderita penyakit berjalan sambil tidur, para dokter menyarankan agar mereka jangan dibangunkan. Sebab anak-anak bisa panik, jika mengetahui mereka tidak berada di tempat tidur tapi di tempat lain. Biasanya jika mereka dibimbing kembali ke tempat tidurnya, anak-anak akan melanjutkan tidurnya. Juga jika diketahui anak sering mengalami gangguan tidur berupa somnambulismus, orang tua harus menyingkirkan barang berbahaya dari kamar anak-anak. Pintu rumah dan jendela harus dikunci, agar anak tidak berjalan ke luar rumah. Langkah berikutnya adalah membawa anak-anak ke dokter ahli gangguan tidur.
Reading Time:

@way2themes