Gabriella Victoria

Sabtu, 21 September 2013

Replikasi DNA/Duplikasi DNA
September 21, 20130 Comments
Terdiri atas 3 hipotesis yaitu:
a. Hipotesis Konservatif
    Double helis DNA yang lama tidak mengalami perubahan, sedangkan double helix baru akan langsung terbentuk/double helix induk tetap utuh, lalu salinan yang sama akan terbentuk.

b. Hipotesis Semikonservatif
    Double helix memisah masing masing 2 untai. Lalu membentuk pasangannya/komplementernya. Hipotesis ini adalah hipotesis yang lebih terbukti ketimbang ke3 hipotesis lainnya.

c. Hipotesis Dispersif
    DNA lama terputus-putus, potongan memisah, potongan 1 dengan potongan yang lain disambung oleh DNA baru.
Reading Time:

Kamis, 19 September 2013

Turun Titik Beku
September 19, 20130 Comments

Kita tahu bahwa air murni membeku pada suhu 0oC, dengan adanya zat terlarut misalnya saja kita tambahkan gula ke dalam air tersebut maka titik beku larutan ini tidak akan sama dengan 0oC, melainkan akan turun dibawah 0oC, inilah yang dimaksud sebagai “penurunan titik beku”.
1. Bagaimana titik beku larutan dibandingkan dengan titik beku pelarut murni?
2. Apakah zat terlarut menahan pelarut agar tidak membeku?
3. Bagaimana pengaruh kemolalan zat terlarut terhadap:
a) titik beku larutan?
b) Penurunan titik beku larutan?


Jawaban:
Penurunan Titik Beku
1. Membeku merupakan perubahan dari fase cair ke padat. Titik beku adalah suhu dimana tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap padatannya. Titik beku larutan lebih rendah daripada titik beku pelarut murni. Hal ini disebabkan zat pelarutnya harus membeku terlebih dahulu, baru zat terlarutnya. Jadi larutan akan membeku lebih lama daripada pelarut. Setiap larutan memiliki titik beku yang berbeda.

2. Apabila ke dalam air murni kita larutkan garam dan kemudian suhunya kita turunkan sedikit demi sedikit, maka dengan berjalannya waktu pendinginan maka perlahan-lahan sebagian larutan akan berubah menjadi fasa padat hingga pada suhu tertentu akan berubah menjadi fasa padat secara keseluruhan. Pada umumnya zat terlarut lebih suka berada pada fasa cair dibandingkan dengan fasa padat, akibatnya pada saat proses pendinginan berlangsung larutan akan mempertahankan fasanya dalam keadaan cair, sebab secara energi larutan lebih suka berada pada fasa cair dibandingkan dengan fasa padat, hal ini menyebabkan potensial kimia pelarut dalam fasa cair akan lebih rendah (turun) sedangkan potesnsial kimia pelarut dalam fasa padat tidak terpengaruh. Maka akan lebih banyak energi yang diperlukan untuk mengubah larutan menjadi fasa padat karena titik bekunya menjadi lebih rendah dibandingkan dengan pelarut murninya. Inilah sebab mengapa adanya zat terlarut akan menurunkan titk beku larutannya.

3. Pengaruh kemolalan urea terhadap :
a) Titik beku larutan
Semakin tinggi kemolalan urea, semakin rendah titik bekunya
b) Penurunan titik beku larutan
Semakin tinggi kemolalan maka semakin besar perbedaan penurunan titik beku karena
kemolalan sebanding dengan penurunan titik beku.
(dari berbagai sumber)


Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan penurunan titik beku? Kita tahu bahwa air murni membeku pada suhu 0oC, dengan adanya zat terlarut misalnya saja kita tambahkan gula ke dalam air tersebut maka titik beku larutan ini tidak akan sama dengan 0oC, melainkan akan turun dibawah 0oC, inilah yang dimaksud sebagai “penurunan titik beku”.

Jadi larutan akan memiliki titik beku yang lebih rendah dibandingkan dengan pelarut murninya. Sebagai contoh larutan garam dalam air akan memiliki titik beku yang lebih rendah dibandingkan dengan pelarut murninya yaitu air, atau larutan fenol dalam alkohol akan memiliki titik beku yang lebih rendah dibandingkan dengan pelarut murninya yaitu alkohol.

Mengapa hal ini terjadi? Apakah zat terlarut menahan pelarut agar tidak membeku? Penjelasan mengapa hal ini terjadi lebih mudah apabila dijelaskan dari sudut pandang termodinamik sebagai berikut.

Contoh, air murni pada suhu 0oC. Pada suhu ini air berada pada kesetimbangan antara fasa cair dan fasa padat. Artinya kecepatan air berubah wujud dari cair ke padat atau sebaliknya adalah sama, sehingga bisa dikatakan fasa cair dan fasa padat pada kondisi ini memiliki potensial kimia yang sama, atau dengan kata lain tingkat energi kedua fasa adalah sama.

Besarnya potensial kimia dipengaruhi oleh temperatur, jadi pada suhu tertentu potensial kimia fasa padat atau fasa cair akan lebih rendah daripada yag lain, fasa yang memiliki potensial kimia yang lebih rendah secara energi lebih disukai, misalnya pada suhu 2oC fasa cair memiliki potensial kimia yang lebih rendah dibanding fasa padat sehingga pada suhu ini maka air cenderung berada pada fasa cair, sebaliknya pada suhu -1oC fasa padat memiliki potensial kimia yang lebih rendah sehingga pada suhu ini air cenderung berada pada fasa padat.

Apabila ke dalam air murni kita larutkan garam dan kemudian suhunya kita turunkan sedikit demi sedikit, maka dengan berjalannya waktu pendinginan maka perlahan-lahan sebagian larutan akan berubah menjadi fasa padat hingga pada suhu tertentu akan berubah menjadi fasa padat secara keseluruhan. Pada umumnya zat terlarut lebih suka berada pada fasa cair dibandingkan dengan fasa padat, akibatnya pada saat proses pendinginan berlangsung larutan akan mempertahankan fasanya dalam keadaan cair, sebab secara energi larutan lebih suka berada pada fasa cair dibandingkan dengan fasa padat, hal ini menyebabkan potensial kimia pelarut dalam fasa cair akan lebih rendah (turun) sedangkan potesnsial kimia pelarut dalam fasa padat tidak terpengaruh.
Reading Time:

Senin, 09 September 2013

Manfaat Virus
September 09, 20130 Comments


http://www.pnas.org/content/101/31/11178/F1.large.jpg 
Sumbangan virus bagi ilmu pengetahuan diberikan melalui kesederhanaan struktur virus. Berdasarkan sel yang terinfeksi virus, ilmuwan dapat lebih memahami kerja sel dalam mengikuti perintah genetika untuk menghasilkan protein. Hal ini dikarenakan materi genetika virus sangat sederhana sehingga lebih mudah dipelajari dan diamati bila dibandingkan dengan sel organism lain yang lebih kompleks.

Virus juga bermanfaat dalam pembuatan vaksin. Vaksin pertama dibuat jauh sebelum struktur virus ditemukan. Pengembangan vaksin dapat mencegah infeksi fatal sekaligus menekan angka kematian. Saat ini sedang dikembangkan berbagai vaksin generasi baru dengan melibatkan rekayasa genetika. Teknologi tersebut memanfaatkan virus Vaccinia yang diketahui tidak berbahaya dan digunakan sebagai bahan vaksin untuk penyakit cacar yang disisipkan ke dalam genom Vaccinia, yaitu gen yang bertanggung jawab untuk pembentukan “protein asing”. Bila Vaccinia dimasukkan ke dalam tubuh, diharapkan sel akan terinfeksi.
Didalam sel, gen sisipan tadi membentuk protein asing yang akan dianggap sebagai antigen. Keberadaan protein antigen akan merangsang system imun untuk membentuk antibody. Teknologi ini dikembangkan untuk membuat vaksin smallpox, hepatitis, dan herpes.

Virus dimanfaatkan dalam terapi gen untuk penyakit yang disebabkan oleh cacat genetika. Contohnya, penyakit muscular dystrophy yang disebabkan karena cacatnya gen distrofin sehingga sel gagal membentuk protein tertentu.
Virus juga berperan bagi kemajuan rekayasa genetika. Seperti diketahui, kelompok retrovirus memiliki enzim transkripsi balik yang tidak ada pada organism lainnya. Enzim ini digunakan untuk mencetak balik DNA dari RNA. Gen spesifik yang menjadi target suatu penelitian , normalnya hanya memiliki satu kopi di dalam selnya sehingga sangat sulit unutk mengisolasinya.

Sebaliknya didalam sitoplasma sel banyak sekali RNA yang pada dasarnya merupakan transkripsi dari gen tersebut. Banyaknya RNA akan lebih memudahkan untuk diisolasi. RNA yang diisolasi dapat menjadi cetakan untuk membuat DNA dengan memanfaatkan enzim transkripsi balik. Melalui enzim ini proses isolasi gen spesifik dipermudah dengan menggunakan cetakan RNA.
Reading Time:

Kamis, 05 September 2013

Sistem Peredaran Hewan : CUMI-CUMI
September 05, 20130 Comments


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgzlEMsWFbKceCo4OpEHpKwecy2rsatFUP97u2LdHXhVGLn2LN3ywSE76OY4NH9XTvItVqt3bsZGh7t27v50ajFPtJeDJShF2AIBTR8VhYn9Pm53oLU8-1Ue4vSlP1dpYmIPmixejqxnhu/s400/BEDA+CUMI+JANTAN+DAN+BETINA.png                System sirkulasi tertutup dari cumi-cumi sangat menarik karena ada 3 pompa untuk memelihara sirkulasi. Satu jantung memompa darah ke semua organ interna dan jaringan tubuh. Dua jantung lainnya benar-benar bekerja memompa darah dari organ organ interna dan jaringan ke insang, yang merupakan tempat terjadinya pertukaran gas. Untuk memahami keuntungan dari system yang demikian baik untuk diketahui bahwa tekanan yang dihasilkan oleh kontraksi sebuah jantung seluruhnya hampir berhamburan, bila darah masuk ke kapiler-kapiler. Meskipun kapiler-kapiler kecil total daerah sayatan melintang dari kapiler-kapiler yang menerima darah dari sebuah pembuluh darah besar cukup lebih besar daripada sayatan melintang pembuluh darah itu sendiri.
                Keadaan ini dapat dibandingkan seperti apa yang terjadi, bila suatu aliran tertentu yang mengalir dengan cepat, tersebar pada suatu dataran yang rata. Tekanan dan kecepatan mengalir berkurang dengan cepat. Keadaan yang sama terjadi dalam anyaman kapiler. Perhatikan pula pertukaran gas harus berlangsung di 2 tempat ialah di insang dan di jaringan.
                Pada kedua kasus itu, pertukaran terjadi hanya ketika darah sedang melalui kapiler-kapiler. Jadi, ketika melalui insang-insang, darah kehilangan tekanan yang dapat menyebarkannya ke jaringan-jaringan dengan cepat. Sebaliknya, ketika melalui kapiler-kapiler dari jaringan, darah kehilangan tekanan yang dapat kemudian memaksa darah kembali ke insang. Jadi, system jantung yang terpisah pada cumi-cumi mengatasi persoalan tersebut dengan baik, baik untuk diperhatikan disini bahwa system sirkulasi tertutup dengan jantung yang terpisah juga terjadi pada burung dan mamalia tetapi kedua pompa tersebut terletak bersama. Separuh jantung burung/mamalia memompa darah ke paru-paru separuh lainnya memompa darah ke jaringan tubuh. Perkembangan jantung yang terpisah pada hewan-hewan ini seluruhnya tak sama seperti pada cumi cumi
Reading Time:

Sabtu, 31 Agustus 2013

Mengenal Lupus Lebih Baik
Agustus 31, 20130 Comments
Mengenal gejala lupus dan penyebab penyakit lupus. Apa itu lupus? Penyakit lupus adalah peradangan kronis yang terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang organ dan jaringan tubuh. Peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat berefek pada berbagai sistem di dalam tubuh, antara lain sendi, kulit, ginjal, sel darah, jantung dan paru-paru.

Lupus lebih sering terjadi pada wanita, meskipun tidak jelas alasannya. Ada empat jenis lupus -systemic lupus erythematosus, discoid lupus erythematosus, drug-induced lupus erythematosus dan neonatal lupus. Diantaranya, systemic lupus erythematosus adalah yang paling umum dan paling serius.


Penyakit Lupus
Diagnosis dan perawatan terhadap lupus dapat memberikan perbaikan. Bagi banyak dari mereka dengan lupus, perawatan membantu mereka dapat hidup lebih aktif.

Ciri dan Gejala Penyakit Lupus


Dua kasus lupus tidak sepenuhnya serupa. Tanda dan gejela yang terjadi dapat datang dengan tiba-tiba atau berkembang secara perlahan, dapat ringan atau parah, dan dapat bersifat sementara atau permanen. Banyak dari mereka dengan lupus memiliki karakteristik episodik dengan tanda dan gejala yang memburuk untuk sementara waktu kemudian membaik atau bahkan hilang untuk satu waktu.

Tanda dan gejala lupus yang anda alami didasarkan pada sistem tubuh bagian mana yang terkena efek penyakit ini. Tapi secara umum, tanda dan gejala lupus antara lain:
  • Lelah
  • Demam
  • Hilang berat badan atau berat badan meningkat
  • Ruam yang berbentuk seperti kupu-kupu pada wajah yang menutupi pipi dan hidung
  • Luka pada kulit yang timbul atau parah ketika terkena sinar matahari
  • Radang pada mulut
  • Rambut rontok
  • Jari dan kuku yang memutih atau membiru ketika terkena dingin atau saat stress (Raynaud’s phenomenon)
  • Napas pendek
  • Nyeri pada dada
  • Mata kering
  • Mudah memar
  • Gelisah
  • Depresi
  • Hilang ingatan

Penyebab Penyakit Lupus

Lupus adalah penyakit autoimun yang muncul ketika tubuh terkena zat asing tertentu, seperti bakteri dan virus, kemudian sistem imun tersebut juga menyerang jaringan tubuh yang sehat. Hal ini menyebabkan peradangan dan kerusakan berbagai bagian tubuh, antara lain sendi, kulit, ginjal, jantung, paru-paru, pembuluh darah dan otak.

Dokter tidak mengetahui apa yang menyebabkan penyakit ini. Lupus seperti merupakan kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Banyak dari mereka dengan kecenderungan turunan mengalami lupus hanyak ketika mereka terkena sesuatu di dalam lingkungan yang dapat memicu lupus, seperti obat atau virus.

Jenis-Jenis Penyakit Lupus

  1. Systemic lupus erythematosus
    Lupus ini pada awalnya dapat berefek pada bagian tubuh manapun. Sistem di dalam tubuh yang secara umum terkena adalah sendi, kulit, paru-paru, ginjal dan darah. Ketika pada umumnya orang berbicara mengenai lupus, lupus tersebut biasanya adalah systemic lupus erythematosus.
  2. Discoid lupus erythematosus
    Lupus ini berefek hanya pada kulit. Mereka dengan lupus discoid mengalami ruam pada wajah, leher dan kulit kepala. Sejumlah kecil mereka dengan discoid lupus juga dapat mengalami systemic lupus erythematosus, meskipun tidak mungkin untuk memprediksi siapa saja yang akan mengalami bentuk lupus yang lebih serius.
  3. Drug-induced lupus erythematosus
    Lupus ini terjadi setelah anda menggunakan obat tertentu. Tidak semua orang yang menggunakan obat tersebut mengalami lupus. Lupus jenis ini berefek pada berbagai sistem di dalam tubuh. Tanda dan gejala biasanya hilang ketika anda berhenti menggunakan obat yang menyebabkan lupus jenis ini terjadi.
  4. Neonatal lupus
    Merupakan bentuk langka dari lupus yang berefek pada bayi yang baru lahir. Ibu degan antibody tertentu yang memiliki hubungan terhadap penyakit autoimun dapat menurunkannya pada bayi mereka –bahkan jika sang ibu tidak memiliki tanda maupun gejala penyakit autoimun tersebut. Neonatal lupus dapat hilang sebelum menunjukkan perkembangannya. Dalam kasus yang lebih serius dapat menyebabkan masalah pada sistem elektrik jantung (congenital heart block).

Faktor risiko penyakit lupus

Meskipun para doker tidak mengetahui apa yang menyebabkan lupus pada banyak kasus, mereka telah mengidentifikasi faktor apa saja yang meningkatkan risiko penyakit ini, antara lain:
  1. Jenis kelamin
    Lupus lebih umum pada wanita.
  2. Usia
    Meskipun lupus dapat berefek pada segala usia, termasuk bayi, anak dan orang dewasa, tetapi lupus paling umum terdiagnosis pada mereka yang berusia antara 15 sampai 40 tahun.
  3. Ras
    Lupus umumnya terdapat pada ras Afrika, Hispanics dan Asia.
  4. Sinar matahari
    Terkena sinar matahari dapat membawa pada lupus kulit atau memicu respon internal pada mereka yang rentan.
  5. Obat tertentu
    Obat tertentu yang digunakan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan drug-induced lupus. Banyak obat yang secara potensial dapat memicu lupus, sebagai contoh antara lain adalah antipsychotic chlorpromazine; obat tekanan darah tinggi, seperti hydralazine; obat tuberculosis isonoazid dan obat jantung procainamide. Biasanya membutuhkan jangka waktu penggunaan dalam beberapa bulan sebelum gejala timbul.
  6. Terinfeksi virus Epstein-Barr
    Merupakan virus yang biasanya tertidur di dalam sel dari sistem imun anda meskipun tidak jelas alasan mengapa dan apa yang membuat virus tersebut aktif kembali.
  7. Terkena zat kimia
    Beberapa studi menunjukkan bahwa mereka yang bekerja dan rentan terekspos merkuri dan silica memiliki peningkatan risiko lupus. Merokok juga dapat meningkatkan risiko mengalami lupus.

Nah, itulah saudara-saudara sekalian penjelasan mengenai gejala lupus dan penyebab penyakit lupus. Semoga bisa bermanfaat buat anda, setidaknya menambah pengetahuan.
Reading Time:
Somnambulisme "Jogging dalam Tidur"
Agustus 31, 20130 Comments
http://static.liputan6.com/201211/tidur-cantik-121107b.jpgBanyak orang yang menderita penyakit gangguan tidur yakni berjalan sambil tidur, akan tetapi tidak menyadari bahwa mereka menderita penyakit tsb. Penyakit somnambulismus kini menjadi fenomena yang menarik, karena banyak diantara penderitanya celaka atau mencelakakan orang lain. Kebanyakan penderita penyakit berjalan sambil tidur adalah anak-anak yang berumur antara 5 sampai 12 tahun. Namun juga tidak jarang orang dewasa yang mengidap penyakit gangguan tidur tsb. Kisah memilukan dari penyakit somnambulismus cukup banyak. Belum lama ini di Jerman, seorang ayah memukul anak perempuannya yang berumur 5 tahun sampai meninggal dalam kondisi somnambulismus. Pagi harinya ketika semua anggota keluarga terbangun, barulah disadari apa yang telah terjadi malam sebelumnya. Polisi menyerahkan pelaku ke seoarng psikiater ahli gangguan tidur. Memang setelah dilakukan pemeriksaan kedokteran, tindakan brutal tsb dilakukan di bawah sadar. Walaupun tidak dihukum, namun kehilangan anak yang sangat dicintainya ditangannya sendiri, amat memukul perasaan si ayah. Kisah semacam itu amat banyak. Selain mencelakan orang lain, juga penderita penyakit berjalan sambil tidur, seringkali mencelakakan dirinya sendiri. Misalnya cerita seorang pemuda yang hanya mengenakan piyama, dan menggigil kedinginan di trotoar yang penuh salju di musim dingin. Ketika polisi dan dokter datang, barulah pemuda tadi sadar, bahwa dia berjalan ke luar rumah sambil tidur. Para pakar gangguan tidur menduga, penyakit berjalan sambil tidur merupakan efek dari belum matangnya bagian otak yang mengatur siklus bangun dan tidur. Terbukti kebanyakan penderitanya adalah anak-anak. Penyakit somnambulismus mulai muncul pada saat anak-anak belajar berjalan. Seiring bertambahnya umur dan kedewasaan, pelan-pelan kecenderungan penyakit somnambulismus mereda. Namun kini terdapat situasi ekstrim, yang menyebabkan banyak orang dewasa menderita penyakit somnambulismus. Göran Hajak, pimpinan pusat penelitian kedokteran tidur di Universitas Regensburg mengatakan, sekitar 6 persen remaja juga masih mengalami somnambulisme. Yang tragis, satu diantara 1.000 penderita penyakit berjalan sambil tidur, melakukan aksi perusakan atau kekerasan dalam keadaan tidak sadar. Sejauh ini para ahli gangguan tidur belum mengetahui persis mekanisme pemicu somnambulismus. Diduga stress atau demam, bisa menyebabkan munculnya gangguan tidur tsb. Juga terdapat kecenderungan, somnambulismus merupakan penyakit genetika.
Memang kebanyakan penderita penyakit berjalan sambil tidur ini tidak membahayakan. Yang paling sering dilakukan para penderitanya adalah kencing sembarangan atau membuka kulkas dan memakan isinya. Para peneliti gangguan tidur juga menyebutkan, somnambulismus tidak berkaitan dengan mimpi. Sebab pada saat bangun dan berjalan, aktifitas otak penderitanya menunjukan sedang tidur lelap. Pada fase tidur lelap biasanya tidak terjadi aktivitas mimpi. Yang jelas mereka yang mengidap penyakit berjalan sambil tidur, bagian otak yang mengatur siklus tidur dan bangun sedang dalam kondisi kacau. Otak masih berada dalam kondisi tidur, tapi saraf motoriknya sudah bangun. Hajak mengatakan, berdasarkan pengukuran aktifitas gelombang otak, pada penderita somnambulismus, terjadi perubahan mendadak dari tidur lelap ke fase bangun. Pada situasi normal fasenya berlangsung bertahap dari tidur lelap, mulai bangun dampai aktif kembali. Para ahli menyarankan, bila anak-anak setelah melewati masa pubertas juga masih mengidap somnambulisme, orang tua harus secepatnya membawanya ke dokter. Juga bila terlihat kecenderungan agresif saat berjalan sambil tidur. Para dokter atau psikiater biasanya memberinya terapi psikiatri dan obat-obatan. Bagi yang memiliki riwayat keluarga dengan somnambulisme, para dokter akan memberinya obat-obatan, baik yang membuat tidurnya lebih lelap, atau yang membuat fase tidurnya rata sehingga mencegah perubahan seketika. Jika anak-anak menderita penyakit berjalan sambil tidur, para dokter menyarankan agar mereka jangan dibangunkan. Sebab anak-anak bisa panik, jika mengetahui mereka tidak berada di tempat tidur tapi di tempat lain. Biasanya jika mereka dibimbing kembali ke tempat tidurnya, anak-anak akan melanjutkan tidurnya. Juga jika diketahui anak sering mengalami gangguan tidur berupa somnambulismus, orang tua harus menyingkirkan barang berbahaya dari kamar anak-anak. Pintu rumah dan jendela harus dikunci, agar anak tidak berjalan ke luar rumah. Langkah berikutnya adalah membawa anak-anak ke dokter ahli gangguan tidur.
Reading Time:
Sistem Sirkulasi pada Ikan
Agustus 31, 20130 Comments
Jantung pada ikan memiliki 2 ruang, yang terdiri dari satu serambi (atrium) dan satu bilik (ventrikel). Proses sirkulasi darah pada ikan adalah sebagai berikut:
  1. darah yang dipompakan dari bilik akan memasuki insang (sirkulasi insang, gill circulation), dimana darah tersebut mengambil oksigen dan membuang karbon dioksida melalui dinding-dinding kapiler yang terdapat pada insang. Selanjutnya kapiler-kapiler pada insang ini akan berperan sebagai kendaraan yang membawa darah yang telah kaya oksigen ke lapisan kapiler yang terdapat pada seluruh bagian tubuh ikan (sirkulasi sistemik, systemic circulation)
  2. darah selanjutnya kembali ke pembuluh vena dan dibawa kembali ke serambi (atrium) pada jantung
Reading Time:

@way2themes